Bukit Leosikun, Permata Baru di Kaki Gunung Mutis: Saenam Bersolek Menjadi Destinasi Wisata Unggulan TTU

Saenam, — Di jantung alam yang memukau, tepatnya di Desa Saenam, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), muncul secercah harapan baru dalam bentuk pembangunan kawasan wisata Bukit Leosikun. Dengan latar megah Gunung Mutis dan luas wilayah desa sekitar 10 km², inisiatif ini menjadi bukti nyata tekad masyarakat untuk mengangkat potensi desa melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Bukit Leosikun, yang kini mulai dikenal luas, tengah dikembangkan dengan anggaran Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp107 juta. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Fransiskus X. Nofu, pembangunan kawasan ini dirancang menyeluruh—meliputi pembangunan akses jalan, tangga penghubung, spot foto bernuansa alam, area peristirahatan, serta fasilitas penunjang lainnya yang mendukung kenyamanan pengunjung.

“Ini bukan hanya tentang membangun tempat wisata, tapi tentang menciptakan peluang ekonomi dan memperkenalkan kekayaan alam serta budaya kami kepada dunia luar,” ujar Fransiskus.

Letaknya yang strategis memperkuat daya tarik kawasan ini. Hanya berjarak 500 meter, para pelancong bisa menikmati ketenangan Taman Wisata Au Eden. Tak jauh dari sana, sekitar dua kilometer, Air Terjun Pah Koto di Desa Tasinifu menanti untuk dijelajahi. Akses jalan beraspal Hot Mix menambah kemudahan bagi wisatawan yang ingin merasakan keindahan alam yang masih asri dan belum tersentuh industrialisasi.

Selain menawarkan panorama alam yang memikat, Bukit Leosikun juga dirancang sebagai lokasi perkemahan, lengkap dengan nuansa api unggun yang menghadirkan pengalaman tak terlupakan di bawah langit berbintang. Bagi wisatawan yang memerlukan akomodasi, warga sekitar telah bersiap membuka rumah mereka sebagai homestay dengan harga yang ramah di kantong.

Pembangunan kawasan ini ditargetkan rampung pada pertengahan Agustus 2025 oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Harapannya, proyek ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan memperkuat identitas budaya Desa Saenam.

Bukit Wisata Leosikun bukan hanya menjadi destinasi baru, tetapi juga simbol kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan semangat gotong royong dan visi jangka panjang, Saenam bersiap menyambut wisatawan dari berbagai penjuru, mempersembahkan keindahan alam dan keramahan khas Nusa Tenggara Timur.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *