Eban, -Sudah bertahun-tahun masyarakat di sepanjang jalur Oelami–Saenam, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, hidup dalam penderitaan akibat jalan utama yang rusak parah. Ironisnya, ketika satu ruas jalan Provinsi diperbaiki (Sabuk Merah) dengan hot mix, jalan utama yang menjadi urat nadi 18 desa (Desa Oelami, Desa Kiusili, Desa Oetalus, Desa Nian, Desa Dijaepasu, Desa Tuabatan induk, Desa Tuabatan Barat, Desa Akomi, Desa Haulasi, Desa Fatutasu, Desa Fatunisuan, Desa Suanae, Desa Lemun, Desa Sallu, Desa Eban, Desa Sa’tab, Desa Fatuneno, Desa Saenam) justru dibiarkan hancur, berubah dari “hot mix” menjadi “hot muhelbom”—jalan berlubang, berdebu, penuh bahaya, memaksa setiap penumpang berpegangan erat agar tak terjatuh. “Hot Muhelom” berarti kau pegang kuat, sebuah ungkapan Bahasa Dawan: “Hot” artinya pegang atau memeluk; “Muhelom” artinya, kuat atau ketat
Kerusakan ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi telah menelan korban: ratusan kendaraan roda 2 dan 4 rusak, puluhan mobil terjun ke jurang, bahkan nyawa melayang sia-sia. Potensi hasil bumi 18 Desa terhambat, pendidikan dan perekonomian masyarakat sungguh terganggu, sementara keluhan rakyat hanya jadi gema di tengah debu dan angin.
Kami sadar, soal status jalan—Provinsi atau Kabupaten—bukan urusan rakyat. Yang mereka tahu, jalan adalah urat hidup, hak dasar yang seharusnya dijamin negara. Masyarakat TTU percaya pemerintah selama ini sangat peduli pada pembangunan, namun suara rakyat kecil pun perlu segera didengar dan ditindaklanjuti. Kami, mayoritas masyarakat adalah petani tulen yang tidak menerima gaji, kami bekerja keras, kami juga tidak minta uang, kami sudah melaksanakan kewajiban bayar pajak.
Kami bukan ingin mengkritik, melainkan meminta dengan tulus, adalah hak kami menginformasikan dengan serius: segera perbaiki jalan Oelami–Saenam kurang lebih 35 kilometer demi keselamatan, demi kesejahteraan, dan untuk masa depan seluruh masyarakat!! Jangan sampai “hot muhelom” terus menjadi simbol penderitaan di negeri sendiri, sementara Indonesia dikenal sebagai bangsa besar yang tak pernah meninggalkan rakyatnya.
Sudah saatnya Pemerintah, siapa pun yang berwenang, buka mata dan hati, turun tangan dan membuktikan kepedulian nyata. Jalan yang baik bukan kemewahan, tapi kebutuhan mendesak rakyat TTU hari ini!! Terima kasih.(Pater Petrus Salu, SVD) .

Tinggalkan Balasan