Kupang, – Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka wisuda angkatan XXI Program Studi Manajemen (Strata Satu). Acara yang penuh semangat ini menjadi momen bersejarah bagi 36 wisudawan yang telah menyelesaikan perjalanan akademik mereka.
Ketua STIM Kupang, Dr. Adrianus Aluman, S.E., M.M., dalam sambutannya, menegaskan bahwa pencapaian akademik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan gerbang menuju tantangan baru di dunia profesional. Ia mendorong para lulusan untuk menghadapi dunia kerja dengan kreativitas, inovasi, serta nilai-nilai budaya yang kuat.
Acara dimulai dengan suasana penuh harapan, diiringi simbolisme perjuangan yang telah dilalui para wisudawan. Wakil Wisudawan, Noni Neno, dalam pidatonya mengungkapkan bagaimana perjalanan akademik mereka penuh dengan tantangan, jatuh bangun, dan kerja keras.
“Kita telah melalui masa-masa sulit, tetapi semua pengalaman itu menjadi bekal untuk melangkah ke kehidupan baru,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Momentum ini tidak hanya menegaskan keberhasilan akademik, tetapi juga menanamkan pesan bahwa ketahanan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah adalah kunci menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.
Wisuda ini juga menampilkan paduan suara “Salve”, yang membawakan lagu-lagu bertema motif etnis Nusa Tenggara Timur. Penampilan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa identitas budaya harus senantiasa dijaga dan menjadi kekuatan dalam membangun masa depan.
Dr. Adrianus Aluman menekankan pentingnya mengaitkan setiap pencapaian akademik dengan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.
“Keunggulan akademik harus berjalan seiring dengan nilai-nilai budaya yang kita miliki. Ini yang akan membuat kita tetap berakar dan mampu bersaing di kancah nasional maupun global,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Dr. Adrianus juga mengingatkan bahwa dunia kerja saat ini menghadapi ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
“Banyak lulusan diharapkan memasuki dunia korporat, tetapi realitanya, masih ada kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan pasar kerja,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mendorong agar pendekatan pendidikan terus diperbarui, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan tantangan global. Era digital, menurutnya, membawa perubahan drastis dalam cara pandang pendidikan dan dunia kerja.
“Kita harus mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar-mengajar, tetapi juga tetap mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan kreativitas,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar para lulusan tidak terlalu bergantung pada teknologi, tetapi tetap memiliki pemikiran kritis, disiplin diri, dan kemampuan inovatif agar dapat bersaing di dunia kerja yang semakin kompleks.
Momen wisuda ini juga menjadi ajang apresiasi bagi dosen, pegawai kampus, serta orang tua dan keluarga yang telah mendukung para lulusan dalam perjalanan akademik mereka.
Para wisudawan menyampaikan rasa terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan, baik dalam bentuk motivasi, bimbingan, maupun dorongan semangat yang telah membawa mereka hingga titik ini.
Ketua STIM Kupang menegaskan bahwa penetapan 36 wisudawan angkatan XXI ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan baru. Ia berharap agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman dengan kreativitas dan inovasi, menjadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran berharga dalam menorehkan prestasi di masa depan.
“Semangat kebersamaan, pemikiran kritis, dan inovatif harus terus kita jaga. Keberhasilan bukan hanya hasil akhir, tetapi merupakan proses panjang yang penuh dengan perjuangan dan pembelajaran,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan dari berbagai pihak, acara wisuda ini menjadi tonggak sejarah baru bagi STIM Kupang. Momentum ini tidak hanya menjadi saksi kelulusan 36 mahasiswa, tetapi juga mencerminkan dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk masa depan yang lebih gemilang.
Sebagai lulusan yang telah ditempa dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai budaya, para wisudawan STIM Kupang diharapkan dapat berkontribusi secara nyata di berbagai bidang, membawa perubahan, dan menjadi agen inovasi di tengah tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan