Kupang,-Bank NTT, ikon kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur, tengah menghadapi ancaman serius. Ketua Komisi V DPRD NTT, Muhammad Supriadin Puarake, dengan tegas menyatakan bahwa bank milik daerah ini harus mendapat dukungan penuh untuk mempertahankan statusnya sebagai bank umum.
“Bank NTT adalah wajah kita. Ia bukan hanya bank, tapi simbol kebanggaan rakyat NTT. Kita harus menjaga dan mendukungnya agar tetap menjadi pilar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kuat,” kata Supriadin dalam rapat pembahasan lima ranperda strategis di DPRD NTT, Senin (13/1).
Ancaman Penurunan Status Jadi BPR
Bank NTT kini dihadapkan pada tantangan berat memenuhi saldo inti minimum Rp700 miliar, sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Gagal memenuhi persyaratan ini dapat membuat status bank turun menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
“Pemerintah Provinsi NTT telah merencanakan penyertaan modal sebesar Rp150 miliar yang akan dilakukan secara bertahap. Ini langkah penting untuk menyelamatkan status Bank NTT dan memastikan masa depannya sebagai bank umum,” tegasnya.
Supriadin juga mendorong adanya kerja sama strategis dengan Bank Jatim untuk mempercepat pemenuhan saldo inti. “Kolaborasi ini penting untuk memastikan keberlangsungan Bank NTT dan menjaga reputasi kita di dunia perbankan,” tambahnya.
Kendali Saham Harus Tetap di Tangan Rakyat NTT
Selain menyoroti saldo inti, Supriadin menekankan pentingnya memastikan kendali saham mayoritas tetap berada di tangan Pemerintah Provinsi NTT. “Bank ini adalah aset strategis kita. Kendali atasnya harus tetap di tangan rakyat NTT, bukan pihak lain,” ujar Supriadin tegas.
Apresiasi untuk Manajemen Bank NTT
Di tengah tantangan besar, Supriadin memuji kinerja manajemen Bank NTT yang berhasil mencatat kenaikan laba signifikan pada tahun 2024. Laba bersih bank mencapai Rp241 miliar, meningkat 64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini pencapaian luar biasa yang menunjukkan kerja keras dan profesionalisme. Namun, kita tidak boleh lengah. Tantangan saldo inti adalah prioritas utama yang harus segera diselesaikan,” jelasnya.
Ranperda Penyertaan Modal Disetujui
Sebagai bagian dari solusi, DPRD NTT menyetujui Ranperda Penyertaan Modal Daerah untuk Bank NTT. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan Bank NTT di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat.
“Penyertaan modal bukan sekadar angka, tetapi sebuah komitmen untuk mempertahankan martabat dan masa depan ekonomi NTT,” pungkas Supriadin.
Dengan langkah strategis dan dukungan penuh dari masyarakat, Bank NTT diharapkan mampu melewati tantangan ini dan terus menjadi kebanggaan rakyat Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan