Kupang, – Warga Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah pria di sebuah kebun milik warga. Tubuhnya tergeletak di antara pohon johar dan asam Jawa dalam kondisi mengenaskan, dengan luka tebasan di leher dan beberapa luka lainnya.
Penemuan ini langsung mengundang perhatian aparat kepolisian. Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Aldian R. Manurung, turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama timnya untuk melakukan penyelidikan awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di TKP, jenazah tersebut merupakan seorang pria yang diperkirakan berusia sekitar 30-an tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam dan celana panjang dengan tulisan “Adidas.” Sebuah jam tangan hitam masih melekat di tangan kirinya, serta terdapat tato di bagian dada.
Kondisi jenazah mengindikasikan kemungkinan adanya perlawanan sebelum kematian. Selain luka tebasan di leher, terdapat luka di jari tangan yang diduga akibat menangkis serangan, serta luka lecet lainnya di tubuh korban.
Kapolresta Aldian mengungkapkan bahwa kejadian ini kemungkinan baru berlangsung kurang dari 24 jam sebelum jenazah ditemukan. Hal ini didasarkan pada kondisi tubuh korban yang belum menunjukkan tanda-tanda lebam mayat.
Bukti di TKP: Handphone, Sendal, dan Potongan Jari
Di sekitar lokasi penemuan, polisi menemukan beberapa barang bukti yang dapat membantu pengungkapan kasus ini. Sebuah handphone, sendal, dan yang paling mencengangkan—potongan jari—ditemukan di dekat tubuh korban.
Handphone korban menjadi salah satu kunci penting dalam investigasi. “Dengan adanya handphone ini, kami optimis dapat segera mengungkap identitas korban dan kemungkinan pelaku,” ujar Kapolresta Aldian kepada wartawan di TKP.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang untuk dilakukan autopsi. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi pihak kepolisian guna proses identifikasi.
Kapolresta Aldian menyebutkan bahwa penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa korban merupakan warga sekitar lokasi kejadian. Namun, kepastian mengenai identitas serta motif di balik peristiwa tragis ini masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Dengan adanya luka tebasan di leher serta potongan jari yang ditemukan, kasus ini memunculkan spekulasi apakah korban menjadi sasaran pembunuhan berencana atau terlibat dalam konflik yang berujung pada kematian tragis.
Polisi akan menelusuri riwayat komunikasi korban melalui handphone yang ditemukan, serta mengumpulkan keterangan dari warga sekitar yang mungkin melihat atau mendengar kejadian mencurigakan dalam 24 jam terakhir.
Kasus ini kini menjadi perhatian utama aparat kepolisian Kupang. Apakah ini pembunuhan terencana? Atau justru ada faktor lain yang melatarbelakanginya? Jawabannya akan terungkap seiring dengan perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan