Tragedi Pantai Santigi: “Memancing di Malam Hari Berujung Duka”

SABU RAIJUA – Apa yang seharusnya menjadi malam penuh keseruan berujung tragis. Dua pemuda, Aprianus Putra Kanni Kinya (30) dan Alan Arib Ngewi Leo (24), meregang nyawa setelah terseret arus laut di Pantai Santigi, Jumat (27/12) malam. Keindahan pantai berubah menjadi saksi bisu tragedi memilukan yang mengguncang warga sekitar.

Peristiwa bermula ketika Aprianus dan Alan memancing bersama seorang teman, Aprianus Wurru Hahe (22), di atas batu tepi pantai. Gelombang besar tiba-tiba menghantam dan menyeret keduanya ke laut. Dalam hitungan detik, mereka hilang dari pandangan, meninggalkan jeritan minta tolong yang tak sempat dijawab.

Upaya Penyelamatan yang Terlambat
Aprianus Wurru Hahe segera berlari meminta bantuan warga. Bersama-sama, mereka melakukan pencarian dalam gelapnya malam. Tubuh Aprianus Putra ditemukan mengapung beberapa jam kemudian, namun sudah tidak bernyawa. Alan baru ditemukan keesokan paginya, di dasar laut dengan kaki terjerat tali pancingnya sendiri.

Laut yang Indah, Bahaya yang Mengintai
Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Natonis, mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di laut. “Gelombang di Pantai Santigi tak bisa ditebak. Ini peringatan keras untuk kita semua,” tegasnya.

Pelajaran dari Pantai Santigi
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Pantai yang indah kini menjadi pengingat pahit bahwa bahaya selalu mengintai di balik ketenangannya.

Santigi Memakan Nyawa Lagi! Waspadalah di Laut, Gelombang Tak Pernah Kenal Ampun!

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *