Kupang, – Dalam suasana penuh sukacita dan haru, Wali Kota Kupang secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Gereja GMIT Gloria Kayu Putih pada Selasa (15/7). Momentum ini bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-39 jemaat GMIT Gloria Kayu Putih, menandai tonggak sejarah baru bagi pelayanan dan pertumbuhan iman jemaat.
Wali Kota Kupang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-39 kepada seluruh jemaat GMIT Gloria Kayu Putih. Ia menyebut kehadirannya bukan sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar jemaat.
“Ini bukan rumah orang lain, saya datang ke rumah sendiri. Kehadiran saya hari ini adalah wujud dukungan bagi kematangan iman dan pelayanan jemaat di tempat ini. Semoga gereja ini menjadi wadah untuk bertumbuh bersama, berbagi kasih, dan saling menopang dalam suka maupun duka,” ungkap Wali Kota.
Di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi perjalanan dinas hingga 50 persen, termasuk pemangkasan sejumlah pengadaan, Wali Kota mengajak semua pihak untuk tetap bersemangat membangun bersama. “Kita terbukti mampu bekerja sama di tengah hambatan. Moto kami adalah melayani, bukan sekadar memerintah. Dengan kebersamaan, kita pasti bisa,” tambahnya.
Ia juga berharap pembangunan gereja ini dapat selesai sesuai rencana meski target waktu yang ditetapkan cukup panjang, sekitar empat tahun. “Mari kita jaga dan rawat gereja ini sebagai rumah bersama—nyaman untuk ditinggali, bangga untuk diceritakan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Simon Lolopoi, menjelaskan bahwa pembangunan gereja baru ini didorong oleh keterbatasan kapasitas gedung yang ada saat ini. “Kondisi gereja lama masih layak pakai, namun kapasitasnya hanya menampung sekitar 300 jemaat. Banyak yang harus duduk di luar saat ibadah. Karena itu kami berinisiatif membangun gedung baru dengan daya tampung 1.000 hingga 1.200 orang,” kata Simon.
Ia juga menyebutkan bahwa konstruksi gereja baru akan menggunakan rangka baja WF agar lebih kokoh dan tahan lama. Total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp4,72 miliar dengan waktu pengerjaan empat tahun.
Simon berharap keterlibatan semua pihak, termasuk mitra kerja gereja, jemaat, dan masyarakat sekitar, untuk mendukung pembangunan ini. “Biar kita kecil, tapi kita percaya kuasa Tuhan lebih besar. Dengan budaya saling mendukung seperti keluarga, sedikit pun yang kita beri akan berarti besar bila dilakukan bersama-sama,” ujarnya penuh optimisme.
Acara ini juga dihadiri oleh lurah, camat, tokoh masyarakat, dan jemaat yang memadati halaman gereja. Mereka menyambut antusias semangat baru ini sebagai tanda kebersamaan dan harapan akan rumah ibadah yang lebih representatif di masa depan.
“Ini adalah langkah iman. Dengan keyakinan dan kerja sama, apa yang kita harapkan pasti akan terwujud,” tutup Wali Kota.

Tinggalkan Balasan