“Kolaborasi Epik Pemkot dan BBWS NT II Lawan Banjir dan Sampah di Pantai Paradiso”

Kupang,— Pemerintah Kota Kupang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melaksanakan aksi bersih-bersih sungai perkotaan yang berlangsung di Pantai Paradiso, Kelurahan Oesapa Barat. Kegiatan yang digelar pada Jumat (10/10) ini menjadi wujud nyata kolaborasi menjaga kebersihan lingkungan dan kesiapan menghadapi musim hujan demi mencegah banjir dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., mewakili Wali Kota Kupang, membuka acara tersebut dengan apresiasi tinggi kepada BBWS Nusa Tenggara II dan berbagai pihak yang aktif berpartisipasi.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan semacam ini agar tak hanya menjadi momentum sesaat, melainkan menjadi inspirasi dan gerakan kolektif menjaga kebersihan lingkungan dan sungai di Kota Kupang.

“Teman-teman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan adalah pahlawan kebersihan yang setiap hari memastikan kota tetap bersih. Pemeriksaan kesehatan rutin bagi mereka harus diaktifkan kembali agar selalu sehat dalam menjalankan tugas mulia ini,” ujar Ignasius.

Menjelang musim hujan, Ignasius juga mengingatkan perlunya perhatian ekstra pada saluran air dan drainase agar tidak terjadi penumpukan sampah yang berpotensi memicu banjir.

Partisipasi aktif masyarakat di Oesapa Barat yang telah berulang kali terlibat aksi serupa patut mendapat apresiasi khusus karena menjadi contoh nyata gotong royong membangun kota yang sehat dan nyaman.

Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, S.T., MPSDA, menegaskan bahwa bersih-bersih sungai lebih dari sekadar menjaga estetika lingkungan. Sungai yang bersih adalah sumber kehidupan yang menjadi tumpuan peradaban manusia dan kunci pengendalian risiko bencana banjir.

Kegiatan ini juga berkontribusi langsung terhadap kesehatan masyarakat dan upaya pemerintah menurunkan stunting di Nusa Tenggara Timur melalui lingkungan hidup yang sehat.

Dukungan warga juga disuarakan Ketua RT 07 Kelurahan Oesapa Barat yang menyampaikan kebutuhan mendesak akan pembangunan tanggul penahan kali dan laut sepanjang 600 meter untuk melindungi pemukiman dari banjir pasang dan gelombang besar.

Ia menambahkan harapan adanya kontainer sampah resmi untuk menjaga kebersihan sungai dan pesisir.Aksi bersih-bersih yang melibatkan ASN, komunitas, dan masyarakat dijadikan momentum membangkitkan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif menjaga lingkungan demi kesehatan dan kemajuan Kota Kupang. “Kalau ingin jalan cepat, jalan sendiri. Tapi untuk meraih masa depan yang berkelanjutan, mari kita jalan bersama,” pesan Ignasius mengutip Wali Kota.

Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan kuat dari masyarakat, Kota Kupang melangkah mantap menuju visi sebagai kota kasih yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, siap mengatasi tantangan musim hujan dan menjaga sungai sebagai sumber kehidupan yang lestari.

 

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *