Kupang, – Semangat nasionalisme dan persatuan menggema kuat dari Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Minggu (26/4), saat ratusan pelajar dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) ambil bagian dalam Lomba Baris-Berbaris tingkat provinsi.
Kegiatan bergengsi ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, Christian Widodo, yang menegaskan bahwa ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum penting membangun karakter generasi muda.
“Ini bukan hanya lomba. Ini tentang merawat kebersamaan, disiplin, karakter, dan semangat nasionalisme,” tegasnya di hadapan peserta dan tamu undangan.
Sebanyak 11 sekolah tingkat SMA/SMK/MA dari berbagai kabupaten/kota di NTT turut ambil bagian, menunjukkan kemampuan terbaik dalam formasi baris-berbaris dan pengibaran bendera. Suasana penuh semangat, disiplin, dan kebanggaan terasa sepanjang kegiatan.
Dalam sambutannya, Wali Kota juga menyoroti pentingnya keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
Ia menggambarkan Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia yang hidup dalam harmoni di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya.
“Perbedaan bukan penghalang, tetapi kekuatan. Bukan pemisah, melainkan jembatan yang menyatukan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi sorotan terutama di tengah tantangan kebangsaan saat ini. Ia juga mengibaratkan harmoni seperti nada dalam lagu—berbeda namun menghasilkan keindahan jika selaras.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini kini telah berkembang pesat secara nasional. Dari yang sebelumnya hanya uji coba di beberapa provinsi, kini telah diperluas ke 30 provinsi di Indonesia.
“Ini bukti bahwa gerakan pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan seperti ini semakin mendapat perhatian luas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi agen perubahan yang tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah pusat. Kepala Biro Umum Setjen MPR RI, Herry Putra, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari program strategis MPR RI dalam memperkuat pendidikan nasionalisme di kalangan pelajar.
“Tujuan utamanya bukan hanya mencari juara, tetapi menanamkan cinta tanah air dan semangat persatuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, para juara dari setiap provinsi nantinya akan melaju ke tingkat nasional di Jakarta, membawa nama daerah masing-masing.
Ajang ini pun bukan hanya menjadi kompetisi, tetapi panggung pembentukan karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan generasi muda—nilai-nilai yang dinilai semakin penting di era modern saat ini.
Di akhir acara, Wali Kota memberikan pesan yang membekas bagi para peserta:
“Di setiap hentakan kaki kalian ada simbol kebersamaan, dan di setiap tetes keringat ada nilai disiplin dan kesabaran. Lakukan yang terbaik.”
Dengan antusiasme tinggi dan pesan kuat tentang persatuan, kegiatan ini dinilai bukan hanya sukses sebagai event daerah, tetapi juga berpotensi menjadi inspirasi nasional dalam membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta Indonesia.

Tinggalkan Balasan